**PERTARUHAN THE SERIES 3: Serial Aksi Terbesar di Indonesia Kembali Hadir! Siap “Kasih Paham Pake Hantam!”**

Jakarta, 11 November 2025 — Setelah dua musim yang meraih kesuksesan besar dengan total lebih dari 86 juta penayangan, Pertaruhan The Series kembali hadir dalam musim ketiganya yang paling ambisius. Kali ini, Pertaruhan The Series 3 tampil dengan skala yang lebih besar, adegan aksi yang lebih intens, serta emosi yang lebih dalam dari sebelumnya.

Lebih dari sekadar tontonan laga, Pertaruhan telah berkembang menjadi sebuah kisah yang menonjolkan kekuatan karakter dan kedalaman emosional di setiap musimnya. Serial ini berhasil menyuguhkan cerita yang jujur dan membumi tentang realitas kehidupan masyarakat Indonesia — menjadikannya karya yang autentik dan dekat dengan hati penonton.

Diproduksi oleh Screenplay Films, musim ketiga ini kembali digarap oleh Fajar Martha Santosa, yang kali ini berkolaborasi dengan Sinung Winahyoko, dengan Sidharta Tata sebagai Creative Producer dan Wicky V. Olindo sebagai Producer.

Menyandang reputasi sebagai The Biggest Action Series in Indonesia, musim terbaru Pertaruhan memperluas semestanya dengan alur cerita yang lebih kompleks, karakter-karakter baru yang menarik, serta peningkatan kualitas produksi di berbagai aspek — dari koreografi laga, sinematografi, hingga pembangunan dunia cerita.

Sejak debutnya sebagai film layar lebar pada tahun 2017 dan kemudian berevolusi menjadi serial fenomenal di tahun 2022, Pertaruhan telah menjelma menjadi salah satu IP aksi paling ikonik di Indonesia. Tokoh-tokoh utamanya, Elzan (Jefri Nichol) dan Ical (Giulio Parengkuan), kini bukan hanya sekadar dua saudara yang berjuang dalam kerasnya kehidupan, tetapi juga simbol keberanian, kejujuran, dan perlawanan terhadap ketidakadilan — representasi nyata dari semangat masyarakat kelas pekerja Indonesia.

Elzan Kembali, Tapi Dunia Tak Pernah Berhenti Menguji

Musim ketiga Pertaruhan The Series membuka babak baru dalam hidup Elzan (Jefri Nichol) yang mencoba meninggalkan masa lalunya dan menjalani hidup tenang. Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama. Desakan ekonomi membuatnya kembali bekerja di bisnis ekspor-impor milik Bos Besar (Ferry Salim). Sayangnya, satu kesalahan fatal menjadikan Elzan buronan—dituduh sebagai pelaku pembunuhan sang bos. Dalam pelarian, ia dibantu oleh Kumala (Aulia Sarah) menuju sebuah desa misterius bernama Cikawe.

Di tempat itu, takdir mempertemukannya kembali dengan Ical (Giulio Parengkuan), yang tengah menjalankan misi membongkar sindikat kosmetik palsu setelah pacarnya, Salma, menjadi korban penipuan saat merintis bisnis skincare online. Situasi semakin rumit ketika Ara datang ke Cikawe, berniat mencari Elzan sekaligus melindungi Wulan.

Ketegangan, pengkhianatan, dan pertarungan batin pun tak terhindarkan. Saat semua jalan tampak tertutup, hanya ada satu prinsip yang tersisa bagi Elzan:
Kasih paham—pakai hantam!

Cikawe: Dunia Baru yang Jadi Jantung Cerita Pertaruhan 3

Musim ketiga Pertaruhan The Series menghadirkan peningkatan besar dari sisi skala produksi dan dunia cerita. Salah satu elemen paling menarik adalah Cikawe, sebuah desa fiktif yang dibangun khusus untuk memperluas semesta Pertaruhan. Cikawe digambarkan sebagai kampung unik yang hidup dari kreativitas di jalur “alternatif” — pusat produksi barang-barang tiruan alias KW.

Di bawah pimpinan Kalkun (Aming), sosok eksentrik dan jenius dengan gaya khasnya, Cikawe menjadi tempat serba bisa. Apa pun bisa dibuat di sini: dari uang palsu, karya seni tiruan, hingga skincare dan minuman beralkohol versi KW. Namun di balik segala kelucuan dan absurditasnya, Cikawe menjadi tempat perlindungan bagi Elzan, Ara, Wulan, Ical, dan Salma dari kejaran musuh. Para warga dengan segala keanehan mereka justru menunjukkan solidaritas yang hangat, menjadikan Cikawe bukan sekadar kampung KW, tapi juga kampung kebersamaan dan keberanian.

Sutradara Fajar Martha Santosa dan tim kreatif menghadirkan sentuhan dark comedy yang segar melalui karakter Kalkun. Gaya bicaranya yang khas seperti “Cicici… Kakaka… Wewewe… Ewee!” diprediksi bakal menjadi catchphrase ikonik di kalangan penggemar.

Serial ini juga memperkenalkan bintang muda Ali Fikry sebagai Dolar, anak Kalkun yang jahil dan hobi membagikan uang palsu buatan ayahnya. Ulahnya bahkan membuatnya berseteru dengan Wulan setelah gadis itu tanpa sadar menerima uang tiruan tersebut. Dengan sifat usil, komentar asal, dan sikap sok tahu, Dolar sering membuat kesal, tapi justru menjadi kunci penting dalam menyelamatkan Elzan dan keluarganya di tengah kekacauan Cikawe.

embali Lebih Besar, Lebih Intens, dan Semakin Dekat dengan Realita

Sejak awal, Pertaruhan bukan sekadar tontonan penuh aksi dan adegan perkelahian brutal. Di balik dentuman dan adrenalin, serial ini menyuarakan perjuangan anak muda menghadapi kerasnya hidup, tentang keinginan sederhana untuk bisa hidup normal di tengah dunia yang tak pernah memberi kesempatan untuk itu.

Musim ketiga membawa pesan tersebut lebih dalam, lebih padat, dan lebih relevan. Pertanyaan, “Bisa gak sih hidup normal-normal aja?” menjadi gema utama di setiap langkah karakter-karakternya. Namun seperti halnya Elzan dan Ical, kenyataan sering kali berkata lain — bahwa terkadang, satu-satunya cara untuk bertahan adalah dengan berjuang, bahkan bertarung.

Duel Ikonik: Pertarungan Dua Prinsip, Dua Dunia, dan Filosofi Sebilah Keris

Sutradara Fajar Martha Santosa mengungkap bahwa salah satu momen paling berkesan di Pertaruhan The Series 3 adalah duel epik antara Elzan (Jefri Nichol) dan Elang (Elang El Gibran) — pertarungan sengit yang bukan sekadar adu kekuatan, melainkan pertemuan dua jiwa dengan prinsip yang bertolak belakang.

Pertarungan ini menggunakan keris, senjata tradisional sarat makna dari warisan budaya Nusantara, yang diadaptasi dengan sentuhan modern agar tetap relevan di masa kini. “Keris kami pilih bukan hanya karena bentuknya yang ikonik, tapi karena ia menyimpan filosofi yang dalam,” jelas Fajar. “Elzan bertarung dengan spontanitas dan tekad, sementara Elang berpegang pada disiplin dan loyalitas. Sama seperti keris — senjata yang setia pada pemiliknya dan hanya memberi kekuatan pada tangan yang benar.”

Dengan koreografi yang rumit namun elegan, adegan ini dirancang bukan hanya untuk memicu adrenalin, tetapi juga menyentuh sisi emosional penonton — menegaskan bahwa setiap pertempuran di Pertaruhan selalu menyimpan makna di balik setiap pukulan dan gerakan.

Karakter Semakin Kaya, Emosi Semakin Dalam

Musim ketiga Pertaruhan The Series menghadirkan jajaran karakter yang lebih beragam dan berlapis. Selain Jefri Nichol dan Giulio Parengkuan yang kembali memerankan Elzan dan Ical, hadir pula bintang-bintang ternama seperti Aulia Sarah, Clara Bernadeth, Ferry Salim, Khiva Iskak, dan Maudy Effrosina sebagai wajah baru yang menambah ketegangan serta misteri dalam cerita. Tak ketinggalan, Aming mencuri perhatian lewat perannya sebagai Kalkun, sosok pemimpin “desa KW” yang eksentrik dan menjadi sumber humor segar di tengah ketegangan.

Jefri Nichol: “Sekarang Elzan Bukan Cuma Petarung, Tapi Penyintas”
Kembali sebagai Elzan, Jefri Nichol mengaku musim ini menjadi babak tersulit sekaligus paling menantang dalam perjalanan karakternya.
“Elzan di Pertaruhan The Series 3 lebih dalam dan manusiawi. Kalau dulu dia gampang meledak dan hanya bereaksi, sekarang dia belajar menahan diri, tapi tetap tahu kapan harus melawan. Buat saya, Elzan bukan cuma berkelahi untuk menang, tapi berjuang untuk bertahan di dunia yang terus menekannya. Dia ingin hidup normal, tapi nasib selalu menyeretnya kembali ke medan pertarungan,” ujar Jefri.

Giulio Parengkuan: “Ical Kini Tumbuh, Bukan Sekadar Anak Jalanan”
Giulio Parengkuan juga menunjukkan transformasi besar dalam perannya sebagai Ical, adik Elzan yang kini tampil lebih matang dan bertanggung jawab.
“Dulu Ical gampang terpancing emosi, sekarang dia lebih berpikir panjang. Kalau dulu bisa mukul orang sepuluh kali, sekarang dia tahu kapan harus berhenti,” tutur Giulio. “Ical sudah nggak hidup buat dirinya sendiri, tapi buat orang-orang yang dia sayang. Dia bahkan berhenti merokok karena janji ke Wulan — bentuk kecil dari kedewasaan yang tumbuh dari luka dan pengalaman.”

Musim ini bukan hanya memperbesar skala aksinya, tapi juga memperdalam sisi emosional para karakternya — menjadikan Pertaruhan The Series 3 sebagai kisah tentang keberanian, perubahan, dan perjuangan manusia di tengah dunia yang tak pernah adil.

Maudy Effrosina & Aming, Dua Karakter Baru yang Siap Mengguncang Dunia Pertaruhan

Pendatang baru Maudy Effrosina hadir sebagai Laras, karakter misterius yang membawa nuansa segar sekaligus teka-teki dalam Pertaruhan The Series 3.
“Laras itu lugu tapi nggak sepenuhnya polos. Kadang yang kelihatannya jahat belum tentu benar-benar jahat, dan yang tampak baik juga belum tentu tulus,” ujar Maudy. “Aku suka banget karena cerita Pertaruhan ini hangat dan realistis — tentang keluarga, persahabatan, dan perjuangan. Kadang keluarga bukan soal darah, tapi tentang siapa yang tetap ada buat kita, bahkan di saat paling sulit.”

Sementara itu, Aming kembali menunjukkan kemampuan akting luar biasa lewat karakter Kalkun, sosok licik, oportunis, tapi kocak yang memimpin desa KW di Cikawe.
“Buat Kalkun, nggak ada baper-baperan. Selama masih bisa cuan, semua bisa dinegosiasikan,” ucap Aming sambil tertawa. “Kalau di dua musim sebelumnya banyak adegan ‘bakbuk’, di musim ini ada momen-momen yang lebih ringan dan bikin ketawa. Tapi tetap aja, Kalkun ini unpredictable — bisa jadi teman, bisa juga jadi musuh. Meski kelihatan culas dan kapitalis, dia punya sisi protektif terhadap orang-orang di sekitarnya.”

Aming menambahkan, “Saya bangga banget bisa jadi bagian dari Pertaruhan karena ceritanya nyata banget — tentang kerasnya hidup, tapi juga tentang bagaimana manusia tetap bertahan, bahkan dengan cara yang oportunis. Itu Kalkun banget!”

Musim ketiga Pertaruhan The Series bukan cuma soal adu fisik dan aksi menegangkan, tapi juga tentang pilihan hidup: bertahan, berubah, dan menemukan arti keluarga sejati di dunia yang penuh kepalsuan.
Saksikan Pertaruhan The Series 3 mulai 14 November, setiap Jumat, eksklusif di Vidio.
Dan ingat — kalau sampai nggak nonton, Kasih Paham Pake Hantam! 💥


Komentar