Romansa Kantor yang Bikin Baper! Adipati Dolken & Mawar De Jongh Tampil Gemas di Serial “What’s Up with Secretary Kim?”

Jakarta, 6 November 2025 — Setiap kisah cinta selalu punya awal yang tak terduga, termasuk antara seorang bos perfeksionis dan sekretaris yang telah setia mendampingi selama sembilan tahun. Kisah romantis penuh dinamika itu kini dihidupkan kembali melalui Vidio Original Film What’s Up with Secretary Kim? — karya terbaru dari Vidio yang siap membuat penonton tersenyum dan baper lewat chemistry manis Adipati Dolken dan Mawar De Jongh.

Film ini diadaptasi dari webtoon dan webnovel populer yang juga pernah diangkat menjadi drama Korea berjudul What’s Wrong with Secretary Kim. Versi Indonesia-nya hadir dengan sentuhan lokal yang lebih dekat dengan keseharian penonton. Jika sebelumnya kisah ini disajikan dalam format series di Korea, Filipina, dan Thailand, kini adaptasi Indonesia menjadi yang pertama dikemas dalam versi film — menghadirkan cerita romantis yang lebih hangat, ringan, dan penuh tawa.

Kisah Romantis Bos dan Sekretaris yang Bikin Senyum Tiap Adegan

Selama sembilan tahun, Kimberly Laksono (Mawar De Jongh) menjadi sosok andalan Rendra (Adipati Dolken), wakil presdir perfeksionis di perusahaan Jambudwipa. Ia hafal setiap detail tentang bosnya — mulai dari jadwal rapat, preferensi kerja, hingga kebiasaan kecil yang tak diketahui siapa pun. Namun di balik kesetiaannya, Kim perlahan menyadari bahwa selama ini ia terlalu sering mengabaikan kebahagiaan dirinya sendiri.

Keputusannya untuk mengundurkan diri menjadi titik balik besar dalam hidup keduanya. Rendra, yang selama ini terbiasa bergantung pada Kim, tiba-tiba kehilangan keseimbangan. Dalam kekosongan itu, ia mulai mempertanyakan perasaannya sendiri — apakah yang selama ini ia rasakan hanyalah ketergantungan… atau cinta?

Sementara itu, Kim justru disibukkan oleh pencarian masa lalunya — mencoba menemukan sosok misterius yang pernah menyelamatkannya di masa kecil. Pencarian itu tanpa disadari mempertemukan kembali dirinya dan Rendra, bukan lagi sekadar sebagai atasan dan bawahan, melainkan dua hati yang belajar memahami arti kejujuran dan cinta sejati.

Bagi Adipati Dolken, perannya sebagai Rendra menjadi tantangan baru untuk menampilkan sisi manusiawi dari sosok bos perfeksionis. “Ada ekspektasi besar karena banyak yang mengenal versi sebelumnya, tapi kami ingin menghadirkan nuansa yang lebih Indonesia — ringan, manis, dan hangat. Penonton akan merasakan keakraban yang beda,” ungkap Adipati.

Sementara Mawar De Jongh menuturkan bahwa memerankan Sekretaris Kim bukan hanya soal tampil elegan, tapi juga perjalanan menemukan jati diri. “Dia profesional, tapi juga manusia yang sedang belajar mengenal dirinya sendiri. Aku suka karena versi ini terasa lebih nyata, dekat dengan keseharian kita — dari dunia kerja sampai cara menghadapi perasaan,” ujarnya penuh makna.

Dari Webtoon ke Layar Lebar, Adipati Dolken dan Mawar De Jongh Hadirkan Nuansa Lokal dalam What’s Up With Secretary Kim


Disutradarai oleh Rako Prijanto, adaptasi Indonesia dari kisah legendaris What’s Wrong With Secretary Kim ini tampil dengan sentuhan khas Tanah Air. Mulai dari interaksi antar rekan kerja hingga momen sederhana seperti kencan di angkringan — semua detail dirancang agar penonton merasa dekat dan menemukan cerminan kehidupan sehari-hari mereka di dalamnya.

Rako menjelaskan bahwa film ini berfokus untuk menampilkan hubungan yang terasa natural dan membumi. “Kami ingin menghadirkan dinamika bos dan sekretaris yang tidak dibuat-buat. Romantis, iya, tapi tetap realistis, hangat, dan dekat dengan kehidupan orang kantoran di Indonesia,” ujarnya.

Mengadaptasi karya yang sudah mendunia tentu bukan hal mudah. Namun bagi Adipati Dolken dan Mawar De Jongh, tantangan tersebut justru menjadi peluang untuk menghadirkan warna baru. “Versi Korea-nya sudah punya tempat di hati penonton, tapi kami ingin versi ini punya rasa sendiri,” tutur Adipati. “Rendra bukan CEO yang dingin dan sempurna, tapi pemimpin dengan karisma yang lebih membumi, khas Indonesia.”

Sementara itu, Mawar mengungkapkan bahwa ia melakukan banyak riset agar perannya sebagai sekretaris terasa autentik. “Aku sempat memperhatikan teman-teman yang kerja di kantor — dari cara mereka bicara, berpakaian, sampai berinteraksi dengan atasan,” jelasnya. “Aku ingin karakter Kim terlihat profesional, tapi tetap lembut dan hangat, supaya penonton bisa merasa relate.”

Dengan durasi sekitar 1 jam 37 menit, What’s Up with Secretary Kim? menjadi adaptasi paling ringkas dari kisah cinta antara bos dan sekretaris ini. Format filmnya yang padat menghadirkan alur yang ringan namun tetap penuh emosi, menjadikan versi Indonesia ini tampil segar tanpa kehilangan kehangatan dan daya tarik kisah aslinya.

Chemistry Manis Adipati Dolken dan Mawar de Jongh yang Bikin Penonton Meleleh

Kehadiran kembali Adipati Dolken dan Mawar de Jongh sebagai pasangan di What’s Up with Secretary Kim? menjadi salah satu hal yang paling ditunggu oleh para penggemar. Setelah sukses beradu akting dalam proyek sebelumnya, kali ini keduanya menampilkan hubungan yang lebih matang, penuh kedekatan emosional, dan sarat dengan nuansa romantis yang hangat. Mulai dari momen ringan yang menggemaskan hingga adegan penuh perasaan, interaksi mereka terasa alami dan menyentuh.

“Main bareng Mawar lagi itu menyenangkan banget karena udah ada chemistry dan rasa nyaman, jadi prosesnya lebih mengalir,” ujar Adipati Dolken. “Apalagi karakter kali ini punya dinamika yang menarik — antara rasa segan dan kedekatan yang tumbuh perlahan di antara bos dan sekretaris.”

Sementara itu, Mawar de Jongh mengungkapkan bahwa kolaborasi keduanya terasa semakin solid. “Aku dan Adipati udah punya ritme main yang pas, jadi di film ini tinggal memperdalam hubungan Kim dan Rendra. Aku suka banget karena ceritanya nggak cuma soal cinta, tapi juga perjalanan dua orang yang saling memahami lewat keseharian,” jelasnya.

Di bawah arahan Rako Prijanto, film ini berhasil meramu elemen romansa, humor, dan kehangatan emosional dengan pas. What’s Up with Secretary Kim? versi Vidio pun hadir sebagai tontonan yang segar, ringan, dan tetap mempertahankan pesona kisah aslinya.

Tayang Eksklusif di Vidio Mulai 8 November 2025

Lebih dari sekadar kisah cinta antara bos dan sekretaris, film ini adalah perjalanan tentang kejujuran, keberanian, dan menemukan jati diri dari masa lalu yang belum tuntas.


Saksikan chemistry romantis Adipati Dolken dan Mawar de Jongh dalam adaptasi lokal yang hangat, lucu, dan penuh makna — hanya di Vidio, mulai 8 November 2025.



Komentar